Cara Mencari Ide Tulisan Saat Sedang Writer’s Block
Berikut adalah tips praktis untuk memancing ide tulisan agar jemarimu kembali lincah menari di atas keyboard!
Writer's block seringkali datang bukan karena kita tidak punya ide, tapi karena kita terlalu menuntut diri sendiri untuk menulis sesuatu yang "sempurna" sejak kalimat pertama. Padahal, blog adalah media yang santai dan personal.Jika kamu sedang buntu, coba lakukan 5 hal ini:
1. Gunakan Teknik "Brain Dump"
Ambil kertas atau buka aplikasi notes di HP, lalu tuliskan apa saja yang melintas di pikiranmu tanpa memikirkan tata bahasa. Apakah itu tentang kekesalanmu hari ini, cuaca yang panas, atau kopi yang baru saja kamu minum. Seringkali, dari "sampah pikiran" ini, terselip satu ide menarik yang bisa dikembangkan menjadi artikel utuh.
2. Amati Kolom Komentar atau Pertanyaan Teman
Coba lihat komentar di postingan lama kamu, atau ingat-ingat pertanyaan apa yang paling sering diajukan teman-temanmu kepadamu.
- Contoh: Jika teman sering bertanya "Dev, pakai aplikasi apa buat edit foto?", jadikan itu artikel: "Review Aplikasi Edit Foto Favoritku."
- Pertanyaan orang lain adalah indikator paling nyata tentang apa yang ingin dibaca oleh orang banyak.
3. Metode "Walking & Observing"
Keluar dari kamar! Pergi ke kafe, taman, atau sekadar jalan kaki di sekitar rumah. Lihat orang-orang di sekitarmu, dengarkan percakapan (tanpa menguping secara kasar, ya!), atau perhatikan detail kecil di jalan. Dunia nyata adalah perpustakaan ide yang tak terbatas.
4. Baca Buku atau Blog Lain (Tapi Jangan Meniru)
Membaca adalah asupan bagi penulis. Saat membaca, otak kita akan terstimulasi untuk berpikir kritis. Kamu mungkin tidak setuju dengan pendapat seorang penulis, dan ketidaksetujuan itu bisa kamu tuangkan menjadi artikel baru dari sudut pandangmu sendiri di Devi.my.id.
5. Gunakan Rumus "How-To" dan "Listicle"
Jika ide kreatif sedang mampet, beralihlah ke konten fungsional. Rumus ini paling mudah dibuat:
- How-To: Cara melakukan [sesuatu yang kamu kuasai].
- Listicle: 5 Rekomendasi [hal yang kamu sukai]. Format daftar (bullet points) jauh lebih mudah ditulis daripada narasi panjang yang mengalir.
Tips Tambahan: Menulislah Dulu, Edit Belakangan
Kesalahan terbesar adalah mengedit sambil menulis. Biarkan tulisanmu berantakan di draf pertama. Tugasmu adalah mengeluarkan ide, urusan merapikannya bisa dilakukan setelah tulisan selesai.
Ingat: Tulisan yang buruk masih bisa diperbaiki, tapi layar kosong tidak bisa diapa-apakan.
Posting Komentar